Fotografi Sederhana

Dari bermacam-macam aliran fotografi, mulai dari human interest, model, landscape, nature, wildlife, dan aliran-aliran yang lain, ada satu prinsip yang selalu saya terapkan dalam pemotretan. Yaitu tak lain dan tak bukan adalah kesederhanaan. Kesederhanaan di sini adalah bagaimana kita mampu mengkomposisikan benda-benda yang ada di dunia nyata untuk diabadikan di dalam frame kamera dengan konsep minimalis, tidak rancu, dan terfokus.

Minimalis mengacu pada jumlah obyek yang kita abadikan. Jikalau yang kita lihat adalah areal persawahan dengan tanaman padinya, dikelilingi dengan sungai, jalan berbatu, serta hutan dan di ujung horizon terdapat gunung yang menjulang dan diakhiri dengan langit berhiaskan awan yang berarak. Maka jika kita menerapkan prinsip minimalis, maka satukan beberapa komponen tersebut menjadi dua. Obyek dan latar belakang (background), atau obyek dan latar depan (foreground). Hindari penggunaan obyek yang terlalu banyak di dalam frame supaya kita mendapatkan soul of minimalist-nya.

Selanjutnya adalah memilih obyek yang eye catching dan membuatnya supaya tidak rancu. Obyek yang kita pilih haruslah memiliki daya tarik yang kuat. Contohnya adalah ketika kita ingin mengambil foto dengan tema/judul pohon kelapa. Maka yang harus kita lakukan adalah membuat pohon kelapa terlihat menonjol. Bagaimana caranya? apakah harus menempatkannya sebagai foreground atau background di dalam frame. Keduanya dapat kita lakukan, sekali lagi dengan catatan supaya membuatnya memiliki "nilai tonjol".

Secara garis besar, konsep kesederhanaan dapat diterapkan pada banyak aliran fotografi. Dengan memilih konsep ini saya kira dapatlah memunculkan soul tersendiri dan mampu membedakan antara satu fotografer dengan fotografer yang lainnya. Karena kesederhanaan itu sendiri memiliki kadar yang berbeda antar tiap personal.

0 comments:

Post a Comment